Rabu, 30 Januari 2019

Aturan Pajak Terkait Warisan

Aturan Pajak Terkait Warisan

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyebut aturan tentang warisan yang belum dibagi diberlakukan dalam rangka persiapan Indonesia mengikuti program pertukaran informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan. 

Program ini dikenal dengan nama Automatic Exchange of Information (AEoI) yang melibatkan puluhan negara di penjuru dunia. "Pelaporan warisan yang belum dibagi berupa saldo rekening berdasarkan ketentuan dalam common reporting standard yang merupakan standar dalam pelaksanaan AEoI," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama kepada Kompas.com pada Senin (5/3/2018). 

Yoga menjelaskan, pelaksanaan AEoI di Indonesia mengacu pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan.

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa tiap lembaga keuangan wajib melapor data keuangan, termasuk milik subyek pajak luar negeri kepada DJP. Saldo rekening termasuk sebagai data keuangan yang harus dilaporkan. 

Sehingga, saldo rekening milik warga negara asing (WNA), bahkan yang sudah meninggal dunia dan memiliki warisan yang belum dibagi ke ahli waris, wajib dilaporkan juga. "Pelaporan warisan belum dibagi berupa saldo rekening oleh lembaga keuangan adalah bentuk konsistensi dalam pelaksanaan AEoI," tutur Yoga. 

Adapun untuk warisan yang belum dibagi, masuk dalam kategori sebagai subyek pajak. Hal itu dikarenakan warisan yang belum dibagi dapat menimbulkan penghasilan, yang merupakan objek pajak. 

Contohnya, bila warisan yang belum dibagi berupa saldo rekening di bank, kemudian saldo tersebut mendapat tambahan penghasilan dari bunga yang telah dipotong Pajak Penghasilan (PPh) final oleh bank. 

Indonesia bersama 52 negara lain telah berkomitmen dan berencana melaksanakan AEoI pada September 2018 guna mengatasi wajib pajak (WP) yang menyembunyikan hartanya dari petugas pajak. 

Dari perkembangan terakhir, tercatat ada 146 negara yang berkomitmen dalam program AEoI di seluruh dunia. Sebanyak 49 negara di antaranya telah melaksanakan pertukaran informasi perpajakan tahun 2017 silam. 

Sebelum ada AEoI, otoritas perpajakan masih kesulitan untuk mengusut wajib pajak (WP) yang diduga menyembunyikan hartanya dari petugas pajak di negara-negara suaka pajak atau tax haven. Harapannya, melalui pelaksanaan AEoI, tidak ada lagi tempat WP menyembunyikan harta sehingga penerimaan negara dari sektor pajak bisa maksimal.

Senin, 28 Januari 2019

Pada 2020 Tercipta Seribu Teknopreneur di Indonesia

Pada 2020 Tercipta Seribu Teknopreneur di Indonesia

Menurut catatan pemerintah dalam peta jalan perdagangan secara elektronik (road map e-commerce), pada 2020, tercipta seribu teknoprenuer di Indonesia. 

Peta jalan itu nilainya mencapai 130 miliar dollar AS. Lantas, nilai bisnisnya mencapai 10 miliar dollar AS pada 2020, tulis laman ksp.go.id . 

Pada 2014, tercatat transaksi e-commerce Indonesia mencapai 12 miliar dollar AS, mengalami peningkatan yang signifikan dari 2013 yang berada pada posisi 8 miliar dollar AS. 

Transaksi ini mencapai24,6 miliar dollar AS pada 2016. Upaya mewujudkan rencana itulah yang tersirat dalam salah satu rencana kerja Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB). "Hal ini untuk menyambut 100 Tahun ITB pada 2020," kata Ketua Umum IA ITB Ridwan Djamaluddin sebagaimana rilis yang diterima Kompas.com pada Sabtu pekan lalu. 

Sinergi Lebih lanjut, Ridwan mengatakan IA ITB sebagai wadah resmi alumni ITB berupaya terus mendorong Indonesia menguasai teknologi dan industrialisasi. "Perlu ada sinergi alumni ITB sehingga potensi-potensi yang ada bisa saling mendukung," tuturnya. 

Aktivitas yang sudah dilakukan oleh IA ITB antara lain inisiator pembentukan Himpuni, Indonesianisme Summit 2016 & 2017, Sinergi Run, serta olah raga bersama IA ITB dan TNI. 

IA ITB juga memaparkan rencana kerja ke depan antara lain Apresiasi teknopreneur rintisan Tantangan BISA, Indonesianisme Summit 2018, serta pembangunan Teknopreneur Hub Jakarta dan Bandung sebagai bagian dari usaha memenangkan industri Indonesia pada kegiatan "Anak Gajah Pulang Kampung", Sabtu (3/3/2018).

Rabu, 02 Januari 2019

6 Tips Sukses Magang Bagi Mahasiswa Akhir

6 Tips Sukses Magang Bagi Mahasiswa Akhir

Kerja praktek lapangan atau yang biasanya disebut magang bisa jadi melelahkan, sulit dan menakutkan.

Mulai dari mengarsip dokumen, mengambilkan kopi, atau mengikuti meeting bersama CEO, apa pun itu, kita harus tahu bahwa selalu ada ruang untuk berkembang.

JobStreet.com membagikan 6 tips untuk para mahasiswa semester akhir guna memaksimalkan kesempatan emas yang didapatkan saat magang.


1. Anggap magang sebagai pekerjaan sesungguhnya



Jika kamu ingin dianggap serius, maka kamu juga harus melakukan magang dengan serius. Kamu perlu ingat bahwa pekerjaanmu akan memiliki dampak terhadap perusahaan. Tunjukkan kepada perusahaan bahwa kamu antusias dan termotivasi bekerja untuk mereka.

Datang tepat waktu (atau bahkan lebih pagi), tiba saat meeting sebelum mulai, dan menyelesaikan tugas sesuai dengan deadline, adalah sesuatu yang akan diingat, termasuk juga berpakaian rapi.

Jika kamu berpakaian seolah-olah akan pergi ke kampus, maka hal tersebut akan mengindikasikan kamu tidak menganggap pekerjaan tersebut dengan serius.

Perhatikan bagaimana orang lain di kantormu bersikap, dan lakukan hal yang sama. Cari tahu budaya di perusahaan itu dan sesuaikan dirimu.

Hal-hal ini mungkin terkesan sepele, tapi akan membantumu untuk lebih menonjol dibanding anak magang lainnya. 

2. Lakukan semuanya, lalu beberapa hal lainnya 


Terima semua tugas tanpa komplain, minta pekerjaan lebih ketika tugasmu sudah selesai, dan berikan hasil kerja yang berkualitas.

Dengarkan instruksi dengan hati-hati dan minta klarifikasi. Luangkan waktu untuk memberikan hasil terbaik.

Selain itu, tunjukkan kamu memperhatikan setiap detail dengan mengikuti instruksi dan peduli pada kualitas.

Berikan yang terbaik untuk pekerjaan magang, baik tugas yang biasa-biasa saja atau pun tugas yang besar. Terus kerjakan dengan motivasi tiada henti dan tekad untuk melebihi ekspektasi.

Walau pun kamu hanya seorang anak magang, pekerjaanmu tetap akan memberikan dampak tertentu terhadap perusahaan, jadi pastikan memberikan dampak yang positif.

3. Minta feedback 



Jika kamu menerima feedback dari supervisor , perhatikan hal tersebut. Jika kamu tidak menerima feedback, kejarlah!

Tidak ada salahnya menanyakan kepada atasan bagaimana hasil kerjamu, apa yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkannya, dan hal-hal lain yang berkaitan.

Tujuan dari magang ini adalah untuk belajar dan meraih sebanyak yang kamu bisa. 


Meminta feedback tidak hanya akan membantu meningkatkan hasil kerja, juga menunjukkan kamu adalah orang yang bijaksana dan memiliki keinginan kuat untuk maju.

Hal ini juga akan membantu menemukan kelebihan dan kekurangan, sehingga kamu dapat mempertajam kelebihan dan memperbaiki kekurangan sebelum menyelesaikan magang.

4. Hindari Snapchat, Twitter, FB, Instagram, Whatsapp...



Jangan gunakan situs social networking atau chatting dengan teman selama jam kerja, kecuali pekerjaanmu memang membutuhkan media sosial.

Kamu berada di sana untuk belajar dan mendapatkan pengalaman berharga, jadi gunakan semua waktu dengan baik dan dedikasikan untuk melakukan hal-hal baru dan meningkatkan skill kamu. 
Jika kamu telah menyelesaikan pekerjaan, dan tidak ada lagi yang harus dilakukan, mintalah pekerjaan lebih atau bacalah literatur perusahaan atau jurnal profesional.

Duduk di meja kerjamu dan melihat update terbaru di media sosial sambil menunggu seseorang memberimu pekerjaan justru berdampak buruk, satu di antaranya mengecilkan kesempatan mendapatkan tawaran kerja kembali.

Ingat, akun media sosial kamu tidak akan kemana-mana, tapi kesempatan untuk belajar dan berkembang akan lewat begitu saja ketika kamu memposting status update.

5. Cari teman baru dan tetap berhubungan 


Karena kamu akan menganggap magang sebagai pekerjaan permanen, kamu perlu meluangkan waktu untuk mengenal rekan kerja dan atasan.

Lakukan inisiatif untuk memperkenalkan diri sendiri dan tunjukkan sikap yang positif dan ramah kepada siapapun yang kamu temui, mulai dari pembersih kantor, OB, hingga CEO.

Coba untuk berkomunikasi dengan setiap orang dan cari tahu apa yang peran atau pekerjaan yang mereka lakukan. 

Tetap menjaga hubungan baik yang kamu lakukan tersebut, bahkan setelah magang berakhir. Kamu dapat terus berhubungan dengan teman barumu melalui media sosial atau email.

Jika kamu ditawarkan pekerjaan, kamu akan lebih punya bekal untuk sukses dari awal. Jika tidak, teman-temanmu tersebut dapat membantu merekomendasikanmu ke perusahaan lain, atau memberimu update tentang perkembangan di industri yang kamu incar, memberi referensi dan banyak lainnya.

6. Ucapkan Terima Kasih! 

Di akhir masa magang, ingat untuk berterima kasih kepada semua orang yang bekerja denganmu dan orang-orang yang membantu selama masa magang.

Semua orang senang ketika mereka merasa dihargai atau diapresiasi, jadi jangan malu untuk menyampaikan rasa terima kasih.

Beritahu mereka betapa kamu menghargai kesempatan untuk bekerja dan belajar dari mereka--hal ini memberikan rasa positif bagi semua orang dan bersikap baik sama sekali tidak merugikan