Rabu, 10 April 2019

5 Makanan yang Bisa membahayakan Kemampuan Memori

5 Makanan yang Bisa membahayakan Kemampuan Memori

Mari lupakan sejenak efek makanan terhadap ukuran lingkar pinggang dan kita bicara tentang pengaruh makanan terhadap kemampuan otak.

Ada lima jenis makanan yang jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, ternyata bisa membahayakan kemampuan memori dan kognitif kita. Inilah kelima makanan tersebut:

Tahu


Kontroversi kedelai berlanjut dengan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Demensia and Geriatric Cognitive Disorders. Penelitian itu menyebutkan, asupan tinggi tahu, yaitu sembilan porsi lebih perminggu, dapat meningkatkan risiko penurunan kognitif dan kehilangan memori.

Studi ini menganalisa konsumsi tahu dari 719 pria dan wanita Indonesia, lalu meminta mereka melalui serangkaian tes memori. Mereka yang makan lebih dari 9 porsi seminggu menghadapi penurunan daya ingat lebih besar dari mereka yang tidak makan tahu.

Temuan ini menunjukkan asosiasi dan bukan sebab-akibat. Namun, para peneliti menduga bahwa fitoestrogen pada tahu mungkin bertanggungjawab terhadap penurunan fungsi otak tersebut.

Kebalikan dari tahu, para peneliti menemukan bahwa tempe dapat meningkatkan kemampuan mengingat seseorang.


Sodium

Sebuah studi di Kanada menemukan bahwa konsumsi tinggi sodium, bersama dengan rendahnya tingkat aktivitas fisik, mengakibatkan dampak negatif pada kemampuan kognitif.

Untuk penelitian ini, para peneliti Kanada meneliti akivitas fisik dan asupan sodium 1.262 relawan berusia 67-84 tahun. Para peserta ditempatkan ke dalam tiga kelompok  yaitu yang rendah,  menengah, dan  tinggi asupan sodium.

Hasilnya terlihat bahwa orang dengan asupan sodium rendah dan aktivitas fisik rendah, mengalami penurunan kemampuan kognitif yang lebih lambat dibandingkan peserta dengan yang tinggi asupan sodium dengan aktivitas fisik yang rendah.

Kesimpulan dari penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Neurobiology of Aging, menemukan bahwa olahraga teratur dapat menangkal efek negatif sodium pada otak dan  sistem kardiovaskular.

Lemak jenuh

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal PLoS One menemukan bahwa mengkonsumsi lemak trans terlalu banyak dapat menyebabkan seseorang kesulitan mengingat kata-kata.

Studi ini diikuti 1.018 relawan yang mengonsumsi lemak trans mulai dari 3,8 gram - 27,7 gram perhari.  Untuk setiap gram lemak trans yang dikonsumsi setiap hari, peserta mengalami penurunan ingatan sebesar 0,76 kata.

Itu artinya, relawan dengan jumlah konsumsi lemak trans tertinggi, hanya dapat  mengingat 65 kata dengan benar, sedangkan rata-rata peserta lain dapat mengingat 86 kata.

Tuna

Menurut sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Integrative Medicine, orang yang makan lebih dari tiga porsi perminggu jenis ikan yang ada pada jenjang rantai makanan yang tinggi, seperti tuna, tongkol, kakap, dan kerapu,  tinggi pada rantai makanan seperti ikan tuna, kerapu, berrisiko tinggi mengalami disfungsi kognitif.


Penyebabnya? Tingginya kadar merkuri, tentu saja.

Peneliti menganalisa kebiasaan mengonsumsi makanan laut (sea food) 384 orang, kemudian meminta mereka melalui serangkaian tes kognitif.

Terlihat bahwa mereka dengan kadar merkuri tertinggi dalam darah, mendapatkan hasil tes yang paling rendah dibanding peserta lainnya.


Lemak jenuh

Para peneliti di University of Montreal menemukan bahwa pola makan tinggi lemak jenuh ( 50% dari semua kalori berasal dari lemak yang tidak sehat, seperti minyak kelapa sawit atau mentega) dapat menyebabkan gangguan fungsi dopamin di mesolimbic otak. Ini adalah bagian otak yang mengatur motivasi dan rasa bahagia.

Gangguan pada area ini disinyalir bisa memicu  gangguan mood, kecanduan narkoba, dan makan berlebihan.

Diet tinggi lemak tak jenuh tunggal, seperti minyak zaitun, justru  menunjukkan efek  terbalik dari lemak jenuh tunggal.

Rabu, 03 April 2019

5 Saran Bagus Dilakukan agar Tidak "Jet Lag"

5 Saran Bagus Dilakukan agar Tidak "Jet Lag"

Berlibur atau traveling ke luar negeri adalah hal yang menyenangkan. Namun, kita tak boleh melupakan bahwa kita akan menghadapi lintas zona waktu. Tubuh akan kaget dan bingung karena bereaksi untuk menstabilkan diri. Perasaan aneh ini akan membuat kita kehilangan nafsu makan, merasa lesu, dan sulit menyesuaikan diri. Nah, bagi Anda yang mengalaminya, ini dia cara memulihkan tubuh dari jet lag:

1. Olahraga yang rutin
Jika kita memiliki kehidupan fisik yang aktif atau rutin berolahraga, maka kita tidak akan merasakan jet lag yang terlalu parah. Kalaupun kita bukan seorang yang rutin berolahraga, menjelang perjalanan ke luar negeri yang akan kita tempuh, cobalah untuk berolahraga ringan sebentar untuk mengurangi dampak jet lag nantinya.

2. Mencoba menyesuaikan diri dengan zona waktu yang baru
Mau tidak mau, kita harus mencoba menyesuaikan diri dengan zona waktu yang baru. Mulailah tidur lebih awal atau tidur larut malam untuk mengatasi jet lag. Namun, jangan memaksakan diri jika tidak berhasil. Beristirahatlah lebih banyak sebagai penggantinya.

3. Jangan sampai dehidrasi dan sering bergerak
Minumlah banyak air putih selama penerbangan dan sesekali berjalan di sekitar pesawat jika perjalanan yang ditempuh sangat panjang. Hal ini adalah penting agar tubuh, terutama kaki tidak kaku dan membuat kita selalu segar.

4. Mendapatkan udara segar
Mendapat udara segar bisa kita lakukan dari cahaya alami, mungkin jika itu bukan malam, kita bisa mendapatkannya dengan membuka tirai jendela di pesawat.

5. Jangan minum alkohol
Minum alkohol saat penerbangan, justru akan membuat tubuh menjadi buruk. Dengan perubahan zona waktu, ritme sirkandian tubuh, jam biologis yang mempertahankan pola tidur akan kacau. Oleh karenanya, hindarilah alkohol.