Rabu, 30 Oktober 2019

Cara Mudah Atasi Nyeri Haid Berlebih

Cara Mudah Atasi Nyeri Haid Berlebih

Kamu sering mengalami nyeri dan kram perut ketika sedang haid? Rasanya tidak nyaman, bukan? Seringkali hal ini membuat mood wanita drop. Bukan hanya lantaran hormone yang tak imbang, namun juga karena sakit perut yang dirasakan. Karenanya, kamu harus segera mengatasi nyeri haid yang berlebihan ini agar tak mengganggu jadwalmu yang sibuk.

Bagaimana cara mengatasinya?

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kram perut akibat haid yang tengah kamu rasakan. Berikut beberapa contohnya.

1. Aktif bergerak
Meski sedang haid, tak seharusnya kamu menjadikannya alasan untuk mager (malas gerak). Kamu harus tetap aktif bergerak agar peredaran darahmu lancar, sakit pun bisa sedikit berkurang. Lebih baik lagi jika kamu rutin melakukan olahraga ringan. Dengan begitu tubuh akan mengeluarkan hormon endorphin untuk memperbaiki mood-mu.

2. Manjakan tubuh dengan pijatan
Jika memiliki waktu luang dan sedang santai, lakukan pijatan pada bagian perut bawah. Tak perlu melakukannya dengan sekuat tenaga, cukup dengan memijat lembut secara memutar dan berulang. Untuk makin menambah suasana rileks, balurkan minyak aromaterapi yang kamu sukai.

3. Kompres perut
Jika memang enggan beraktivitas dan butuh waktu buat selonjoran, sempatkan untuk mengompres perut dengan botol air hangat. Kamu juga bisa mempraktekkan tips menghilangkan nyeri haid iFree. Caranya mudah, beli produk pad iFree untuk menghalau nyeri yang kamu hadapi. Tempelkan padnya pada perut dan biarkan hangatnya menjalar untuk menenangkan perutmu.

4. Akupuntur
Sudah melakukan cara di atas namun nyeri tak kunjung reda? Cobalah untuk melakukan akupuntur. Namun, pastikan terapis yang melakukannya merupakan terapis profesional yang sudah berpengalaman dan bersertifikat. Jangan sampai ide yang satu ini memperparah kesehatanmu. 

5. Minum obat
Jika tak berani akupuntur, sebaiknya kamu mengonsumsi obat saja. Carilah obat pereda nyeri seperti paracetamol, ibuprofen dan semacamnya untuk meredakan sakitmu. Namun, tentu konsultasikan dengan doktermu dulu ya.

Cara di atas sangat simple dan mudah untuk meredakan nyeri menstruasi. Tapi, jika tak kunjung mereda, segera lakukan pemeriksaan ke dokter saja. 

Kamis, 17 Oktober 2019

Syarat-syarat yang Dibutuhkan untuk Mengajukan Klaim Asuransi Allianz Saat Tertanggung Meninggal Dunia

Klaim Asuransi Allianz

Klaim asuransi Allianz Anda ditolak, bisa jadi dalam mengajukan tersebut prosedur yang Anda lakukan salah, tidak sesuai dengan ketentuannya. Faktanya Allianz ini sendiri termasuk dalam perusahaan asuransi kelas dunia yang kondisi keuangannya sehat, sehingga kemampuan mereka di dalam membayar klaimnya juga terbilang cukup tinggi. Tidak heran jika seandainya banyak diantara masyarakat yang menjadikannya sebagai pilihan utama.

Banyak diantara masyarakat yang terkadang masih awam di dalam memilih perusahaan penerbit asuransi, karena memang hanya mempertimbangkan dari segi tawaran preminya saja, memang benar jika seandainya perusahaan asuransi yang masih baru sering kali tawarkan produk dengan harga premi yang murah, namun apakah sebanding dengan layanan atau fasilitas yang diberikan? Bagaimana dengan kondisi kesehatan keuangannya. Apalagi bukan sebuah rahasia jika seandainya banyak diantara perusahaan asuransi abal-abal saat ini yang mudah sekali bangkrut.

Jika perusahaan tersebut bangkrut lalu siapa yang nantinya dirugikan? Sudah pasti nasabahnya bukan, karena artinya uang premi yang sudah dibayarkan tersebut juga akan hangus atau hilang. Itulah mengapa penting cari yang sudah benar-benar terpercaya dan juga berpengalaman seperti diantaranya adalah Allianz ini. Untuk klaim asuransi Allianz ini sendiri sebenarnya sangatlah mudah, teruntuk produk asuransi jiwa sendiri, jika seandainya tertanggung meninggal dunia, maka pastikan untuk menyiapkan beberapa dokumen ini sebelum mengajukan klaim, diantaranya adalah:

1. Bawalah polis dari tertanggung yang masih dalam kondisi aktif.
2. Pastikan untuk mengisi formulir meninggal dunia, ini diisi oleh penerima manfaat dari asuransi tersebut atau ahli warisnya.
3. Bawa juga formulir meninggal dunia yang sudah diisi oleh dokter yang menanganinya.
4. Formulir surat kuasa yang memaparkan isi rekaman medik, nantinya diisi dan juga ditandatangani oleh ahli waris di atas sebuah materai.
5. Mencantumkan surat keterangan meninggal dunia, ini berasal dari instansi pemerintah yang berwenang, yaitu dengan kutipan akte kematian yang sebelumnya telah dilegalisir.
6. Jika seandainya tertanggung tersebut meninggal dunia disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas, maka harus dilampirkan surat atau Berita Acara Pemeriksaan dari kepolisian.
7. Jika seandainya meninggal dunia di rumah tanpa ada pengawasan dari dokter, maka harus ditulis kronologis kematiannya yang telah ditandatangani oleh ahli waris tersebut.
8. Pastikan juga untuk melampirkan copy hasil pemeriksaan medis yang telah dilakukan oleh tertanggung.
9. Formulir pemberitahuan buku rekening dan juga nomor rekening.
10. Fotocopy identitas diri dari tertanggung yang masih aktif.
11. Fotocopy identitas diri dari ahli warisnya yang masih berlaku.
12. Fotocopy akte kelahiran dari ahli waris tersebut.
13. Fotocopy dari kartu keluarga yang juga masih aktif.
14. Fotocopy surat nikah maupun surat cerai.
15. Jika seandainya usia polis asuransi tersebut masih dibawah atau kurang dari 2 tahun, maka hendaknya disertai dengan lampiran daftar RS yang pernah dikunjungi disertai dengan alamat dan juga nomor teleponnya.
16. Dokumen-dokumen lain yang diperlukan.

Memang cukup banyak yang harus ikut dilampirkan ketika nantinya Anda ingin mengajukan klaim asuransi Allianz ini. Sesuaikan dengan prosedur yang sudah diberikan oleh pihak penerbit asuransinya. Jika seandainya pengajuan klaim tersebut ditolak, maka bisa jadi hal ini disebabkan oleh ada beberapa pengecualian yang terdapat di dalam polis tersebut, hal ini sebelumnya juga harus dicek, karena ada beberapa kondisi kematian tertentu dimana nantinya ahli waris tidak akan bisa mendapatkan uang asuransi.