Jumat, 01 November 2019

Beginilah Proses dalam Pemasangan Gigi Palsu

Proses dalam Pemasangan Gigi Palsu

Gigi merupakan organ tubuh yang penting untuk manusia karena sebagai fungsi dalam mengunyah, menggiling dan mencerna makanan dengan baik. Gigi memiliki anatomi mulai dari enamel, dentin, cementum, pulpa, periodontal ligamentum dan gusi. Untuk jenis-jenis gigi mulai dari gigi seri, gigi taring, premolar, gigi geraham dan gigi geraham bungsu. Saat ini banyak masalah yang dapat terjadi pada gigi jika tidak menjaga makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut dan tersimpan pada celah gigi hingga menimbulkan plak, pada saat seperti ini maka penderita penyakit gigi dapat segera cari rumah sakit terdekat yang memiliki dokter spesialis gigi.

Ketika gigi asli sudah mulai berkurang ataupun karena penyakit sehingga kehilangan gigi, maka solusinya adalah gigi palsu. Gigi palsu merupakan gigi tiruan yang dapat dilepas maupun dibuang untuk menggantikan gigi dan mirip dengan gigi asli. Gigi palsu terdiri atas 2 yaitu gigi palsu lengkap dimana dapat mengganti semua gigi hilang baik itu gigi bagian atas dan bawah, biasanya gigi ini digunakan oleh lansia jika tidak memiliki gigi asli dan gigi palsu sebagian dimana untuk mengganti beberapa gigi hilang sehingga hanya untuk melengkapi dengan menggunakan klip perekat dari bahan logam maupun karet sebagai penjepit gigi asli dalam mengapitnya.

Berikut adalah penyakit yang sering menyerang gigi:
  • Gigi berlubang merupakan keadaan dimana bakteri berkembang dalam mulut dan mengikis lapisan pada gigi, pengikisan ini akan membuatnya semakin sakit, terutama jika mengonsumsi makanan manis karena gula yang terdapat pada gigi akan menjadi makanan bakteri sehingga semakin banyak bakteri akan semakin memperbanyak asam dan membuat gigi menjadi berlubang hingga kehilangan semua gigi.
  • Penyakit gusi merupakan penyebab dari jaringan lunak maupun tulang penyangga pada gigi, hal ini akan membuat gigi menjadi rontok, bakteri dalam jaringan gusi kemudian masuk dalam aliran darah lalu menyerang tubuh lainnya. Gejala yang dihasilkan berupa pembengkakan gusi, gusi menjadi berwarna merah, terasa nyeri ketika disentuh dan berkurangnya tinggi gusi, terdapat rongga antara gigi, napas menjadi bau dan nanah berada antara gigi dan gusi.

Selain itu, Gingivitis merupakan radang gusi yang memiliki gejala berupa gusi bengkak, perubahan warna gusi seperti merah tua, gusi mengalami pendarahan, bau mulut dan gusi menjadi mengkerut. Penyebab utama penyakit ini adalah kebersihan gigi dan mulut, seperti menyikat gigi setidaknya dua kali sehari dan melakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Erosi gigi merupakan penyakit terkikisnya enamel gigi karena asam, penyakit ini disebabkan oleh konsumsi minuman botol berlebih, mulut kering dan gangguan pencernaan.

Berikut adalah cara pemasangan gigi palsu sebagian:
  • Terdiri atas gigi pengganti menggunakan perekat plastik dengan warna merah mudah. Gigi ini lalu disambungkan dalam sebuah kerangka logam.
  • Kerangka ini akan membantu posisi gigi tetap pas, sebelum gigi dipasang makan akan mencetak gigi serta tulang menggunakan sebuah lilin khusus.
  • Setelah pas maka gigi tiruan yang digunakan pertama kali akan memberikan sensasi ketika sering digunakan.

Cari rumah sakit gigi yang dapat memasang gigi palsu lengkap dengan mencabut semua gigi pada bagian atas maupun bawah. Pemasangan gigi dilakukan ketika bagian gigi yang dicabut telah sembuh, proses sembuhnya dalam waktu 2 hingga 3 bulan sehingga setelah itu gigi sementara akan dipasangkan untuk memastikan pasien dapat mengunyah dan menggigit. Gigi tiruan juga memerlukan penyesuaian, terutama untuk menyokong gigi dan gusi ketika menyusut dan berubah bentuk.

0 komentar:

Posting Komentar