Ticker

6/recent/ticker-posts

Kenali Berbagai Jenis Inkontinensia Urine pada Lansia

tanyaconfidence.com

Apakah Anda memiliki orang tua, atau kakek-nenek yang mengalami masalah dalam saluran kandung kemih? Salah satu penyakit yang kerap dialami oleh lansia adalah inkontinensia. Akan tetapi, ternyata ada berbagai jenis inkontinensia urine pada lansia yang tentu harus kita pahami demi bisa mengatasi penyakit ini dengan benar.

Untuk diketahui, inkontinensia urine adalah kondisi yang keram dialami oleh lansia, sebab tentu penuaan adalah proses yang tidak bisa dihindari. Menjaga kesehatan tubuh adalah hal yang perlu kita perhatikan sejak dini sebelum masuk usia lanjut yang memang rentang terkena penyakit, seperti inkontinensia.

Penyakit ini adalah kondisi ketidakmampuan seseorang dalam menampung banyak urine. urine bisa keluar lewat saluran kemih tanpa dikendalikan dengan sadar dan malah mengalami kesulitan ketika mengeluarkan urine.

Memang banyak orang yang menganggap bahwa penyakit ini semata-mata karena penuaan. Tetapi bisa juga penyakit inkontinensia urine disebabkan oleh penyakit tertentu.

Jenis-Jenis Inkontinensia Urine

Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan inkonteninensia urine cukup beragam. Mulai dari obesitas, diabetes, infeksi hingga kelainan mental tertentu. maka dari itu, butuh pemeriksaan dokter dalam mengetahui penyebab pasti terjaninya inkontinensia urine. Simak informasi di bawah ini untuk bisa memahami berbagai jenisnya dengan jelas.

1. Stress Incontinence

Penderita inkonteninensia urine yang satu ini punya otot pengatur proses berkemih yang lemah. Padahal, seperti yang kita ketahui, kandung kemih punya fungsi dalam menampung urine sampai penuh.

Dengan demikian, saat telah terisi penuh dan memberikan tekanan pada otot itu, urine bisa keluar. Umumnya, proses itu bisa terjadi ketika batuk, bersin, tertawa atau mengangkat beban berat. Selain penuaan, kelainan ini pun bisa diakibatkan kehamilan serta operasi.

2. Urge Incontinence

Kelainan ini umumnya terlihat ketika selalu punya keinginan untuk berkemih secara tiba-tiba dengan interval yang singkat, yakni kurang dari 30 menit. Dengan kata lain, penderita selalu ingin segera ke toilet meskipun kandung kemih belum terisi penuh.

Menurut beberapa sumber, hal ini umumnya terjadi disebabkan kontraksi dinding pembuluh darah yang tidak teratur. Hal itu bisa menekan urine yang ditampung kandung kemih. Setelah itu, penderita akan tiba-tiba merasa ingin berkemih dengan volume urine yang sedikit. Ada beberapa penyebab dari kelainan ini, mulai dari infeksi, tumor, sampai ketidakstabilan otot dinding pembuluh darah.

3. Overflow Incontinence

Biasanya, penderita Overflow Incontinence ini punya hambatan dalam mengeluarkan urine. Urine yang ada di kandung kemih akan menumpuk dan cuma bisa keluar ketika tekanannya sangat tinggi. Tidak hanya itu, urine yang bisa keluar pun cuma sedikit, akan tetapi terjadi dengan tiba-tiba.

Jenis kelainan ini umumnya lebih banyak terjadi terhadap laki-laki ketimbang perempuan. Maka dari itu, Overflow Incontinence diakibatkan batu kandung kemih, pembesaran prostat, kerusakan saraf, sampai tumor.

4. Mixed Incontinence

Umumnya penderita mengalami lebih dari satu jenis inkontinensia urine yang disampaikan di atas. Misalnya, penderita mengalami stress incontinence serta urge incontinence secara bersamaan. Tentu, gejala yang dialami oleh penderita akan semakin tidak nyaman.

Ada beberapa faktor yang dapat membuat kelainan ini terjadi pada penderita. Mulai dari kandung kemih yang overaktif, kemudian ditambah kelainan ketika penutupan saluran kandung kemih.

Maka dari itu, dalam membantu dalam proses mengatasi inkontinensia urine, penderita bisa menggunakan pad dewasa dengan perekat. Terdapat beragam produk yang menyediakan pads bagi orang dewasa berkualitas tinggi. Dengan perekat yang canggih, pads dewasa bisa dilepas dan dipasang berulang kali, tetapi tetap bisa merekat erat dan tidak mudah lepas.

Posting Komentar

0 Komentar